Senin, 08 Oktober 2012

PENGANTAR BASIS DATA

1.1 Pengertian Basis Data

Basis: dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul.
Data: representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia, pegawai, siswa, pembeli, pelanggan, barang, hewan peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.

Pengertian Basis Data: Kumpulan file / table yang saling berelasi (berhubungan) antara satu dengan yang lainnya. Koleksi terpadu dari data yang saling berkaitan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi.
Basis data dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang, seperti menurut Connolly (2002,p14), definisi basis data adalah kumpulan data yang dihubungkan secara bersama-sama, dan gambaran dari data yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi. Berbeda dengan sistem file yang menyimpan data secara terpisah, pada basis data data tersimpan secara terintegrasi. Basis data bukan menjadi milik dari suatu departemen tetapi sebagai sumber daya perusahaan yang dapat digunakan bersama.

Menurut Date (1990,p5), definisi dari basis data adalah kumpulan terintegrasi dari file yang merupakan representasi data dari suatu model enterprise.

Sedangkan menurut Fathansyah (1999,p2), basis data adalah :

·    Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Tujuan Sistem Manajemen Basis Data: Kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data.
Ilustrasi Basis Data
Hirarki Data:
Rekaman/ Record/ Baris: Gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Contoh: 9999, Gunawan, Jakarta, 22/08/87

Elemen Data/ Field/ Atribut: Satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Contoh: Pada data Mahasiswa, field / atribut datanya dapat berupa: nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m dan dan atribut lainnya yang menyangkut mahasiswa tersebut.

Berkas / File / Table: Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang atribut/ field sama, namun berbeda isi datanya. Contoh: Mahasiswa, Dosen, Matakuliah

Basis Data: Kumpulan file / table yang saling berelasi (berhubungan) antara satu dengan yang lainnya. Contoh: DBPenjualan, DBAkademik

 HIRARKI DATA



1.2 Perbedaan Sistem Pemrosesan File Tradisional dengan Sistem Basis Data 

Sistem File Tradisional
Sebelumnya, sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis, menggunakan pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah yang disebut juga sistem pemrosesan file.
Contoh :
universitas yang mempunyai dua sistem ; yakni sistem yang memproses data mahasiswa dan sistem yang mengelola data mata kuliah

·         Digunakan untuk menyimpan record dalam file yang terpisah
penyimpanan Tradisional
·         Masing-masing file diperuntukkan hanya untuk satu program
Aplikasi
Sistem Basis Data
Seiring dengan berjalannya waktu, sistem pemrosesan file ditinggalkan karena masih bersifat manual yang kemudian dikembangkan sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data.
Contoh : Data universitas

Pada sistem ini record-record data disimpan pada satu tempat yakni basis data dan diantara program aplikasi maupun pemakai terdapat DBMS (Database Management System).
Perbedaan antara File Manajemen tradisional dan File Manajemen Database
File Manajemen Tradisional :              File Manajemen Database :
1. Program Oriented                           1. Data Oriented
2. Kaku                                              2. Luwes
3. Adanya kerangkapan data               3. Terkontrolnya kerangkapan data




1.3 Komponen Bahasa dalam DBMS
Data Definition Language (DDL)
Struktur / skema basis data yang menggambarkan / mewakili desain basis data secara keseluruhan dispesifikasikan dengan bahasa khusus yaitu DDL. Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel (create table) baru, indeks, mengubah table, menentukan struktur penyimpanan table, dan lainnya. Hasil dari kompilasi perintah DDL, adalah kumpulan table yang disimpan dalam file khusus yang disebut kamus data (data dictionary).
Data Manipulation Language (DML)
Bentuk bahasa basis data untuk melakukan menipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi data pada dabase dapat berupa :
1). Penyisipan / penambahan data pada  file / table dalam suatu basis data.
2). Penghapusan data pada  file / table dalam suatu basis data.
3). Pengubahan data pada  file / table dalam suatu basis data.
4). Penelusuran data pada  file / table dalam suatu basis data.


Atribut
Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data. Contoh : Kode_Matkul, Nama_Matkul, SKS, Semester, Waktu, Tempat, Nama_Dosen
Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang.  Contoh : Kode_Matkul s.d. MA-115
Domain
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut . Contoh : IF-110 s.d. MA-115
Derajat (degree)
Jumlah atribut dalam sebuah relasi. Contoh : Kode_Matkul s.d. Nama_Dosen
Cardinality
Jumlah tupel dalam sebuah relasi. Contoh : IF-110 s.d. MA-115
Super key
Satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi
Primary key
Merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple secara unik dalam relasi. Setiap kunci candidate key punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entitas yang ada. Contoh : Kode_Matkul


1.4  Keuntungan dan Kerugian Sistem Basis Data

Keuntungan sistem basis data

1. Terkontrolnya kerangkapan data dan inkonsistensi
2. Terpeliharanya keselarasan data
3. Data dapat dipakai secara bersama-sama
4. Memudahkan penerapan standarisasi
5. Memudahkan penerapan batasan-batasan pengamanan.
6. Terpeliharanya intergritas data
7. Terpeliharanya keseimbangan atas perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi
8. Program / data independent

Kerugian sistem basis data

1. Mahal dalam implementasinya
2. Rumit/komplek
3. Penanganan proses recovery & backup sulit
4. Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait



1.5 Pengguna Basis Data
 
Yaitu terbagi menjadi 4 klasifikasi :
a. Sistem Engineer
Yaitu tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data danjuga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual.
b. Database Administrator (DBA)

Yaitu, orang/tim yang bertugas mengelola system database secara keseluruhan.
c. Programmer

Yaitu orang/tim membuat program aplikasi yang mengakses database dengan menggunakan bahasa pemprograman.
d. End user

Yaitu, orang yang mengakses database melalui terminal dengan menggunakan query language atau program aplikasi yang dibuat oleh programmer.

Sekian postingan saya kali ini semoga bermanfaat.










2 komentar:

  1. Sangat menambah wawasan, terima kasih banyak informasinya.

    www.atmaluhur.ac.id

    BalasHapus
  2. terima kasih, materi nya mudah di mengerti, dan sangat membantu buat pembelajaran...
    kunjungi juga blog kita di https://atmaluhur.ac.id

    BalasHapus